Minggu, 09 Agustus 2026

ISC

Ikal Strategic Center

ISC

Ikal Strategic Center

ISC Siapkan 84 Kajian Strategis untuk Kawal Program Prioritas Presiden

(Jakarta, ISC):  Para pimpinan dan pengurus inti IKAL Strategis Center (ISC) Masa Bakti 2026-2031, resmi memulai langkah organisasinya dengan menggelar rapat perdana, di Sekretariat ISC, Jakarta, 24 Juli 2026. Pertemuan yang dipimpin Ketua ISC, Prof. Dr. der Soz Gumilar Rusliwa Somantri ini menetapkan arah kebijakan dan sekaligus menyusun peta jalan kajian strategis untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program-program prioritas Presiden.

Rapat yang berlangsung penuh khidmat ini juga menghasilkan komitmen bersama, agar ISC tampil sebagai “policy think tank” yang mampu menghadirkan rekomendasi berbasis riset, data, dan analisis ilmiah bagi pemerintah. Para pengurus juga menyepakati bahwa setiap kajian yang dihasilkan harus bersifat aplikatif, implementatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional yang terus berkembang.

Ketua ISC Prof. Dr. der Soz Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan, kehadiran ISC bukan untuk mencari kelemahan pemerintah, melainkan menjadi mitra strategis yang memberikan masukan akademik demi meningkatkan kualitas kebijakan publik. “ISC ingin hadir sebagai pusat kajian yang objektif, dan berbasis solusi. Setiap rekomendasi yang kita susun bertujuan membantu pemerintah memastikan bahwa program-program strategis berjalan efektif, tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Prof. Dr. der Soz Gumilar.

Baca juga: ISC Masa Bakti 2026-2031: Semakin Siap Jadi Motor Pemikiran Strategis Nasional

Dalam rapat tersebut, ISC menetapkan empat agenda prioritas yang akan menjadi fokus kajian hingga 2029. Keempatnya meliputi penguatan tata kelola Danantara, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), evaluasi implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari pembangunan ekonomi maritim nasional.

Danantara merupakan salah satu instrumen strategis pengelolaan aset negara yang memerlukan pengawasan akademik secara berkelanjutan. Di bidang ekonomi kerakyatan, ISC akan memberikan perhatian terhadap transformasi Koperasi Desa Merah Putih. Kajian akan difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi sistem keuangan, serta integrasi koperasi ke dalam rantai pasok nasional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, implementasi Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai salah satu program nasional, ISC akan mengkaji efektivitas distribusi pangan, standar kualitas gizi, efisiensi rantai pasok, hingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan penurunan angka tengkes (stunting). Pada sektor maritim, ISC juga akan menyusun rekomendasi kebijakan mengenai pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih melalui pendekatan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Baca juga: ISC Bentuk LSP untuk Perkuat SDM Berwawasan Kebangsaan

Prof. Dr. der Soz Gumilar menjelaskan, di luar empat program prioritas tersebut, ISC juga akan mengembangkan kajian tematik sesuai dinamika nasional dan global. Berbagai isu yang akan menjadi perhatian antara lain ketahanan pangan, bioenergi desa, reformasi fiskal, stabilitas moneter, ekonomi biru, perubahan iklim, geopolitik Indo-Pasifik, penguatan posisi Indonesia di ASEAN, hingga tata kelola kecerdasan artifisial (AI governance).

“Kami ingin ISC selalu berada selangkah di depan dalam membaca perubahan. Dunia bergerak sangat cepat sehingga kebijakan publik harus didukung oleh kajian yang adaptif, komprehensif, dan berbasis bukti. Inilah kontribusi nyata yang ingin kami berikan kepada bangsa,” tegas Prof. Dr. der Soz Gumilar.

ISC menargetkan menghasilkan sekitar 84 kajian strategis selama periode 2026–2029. Seluruh kajian akan disusun menggunakan berbagai pendekatan analitis, seperti SWOT, PESTEL, dan resilience framework, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga realistis untuk diterapkan.

Menutup rapat perdana tersebut, Prof. Dr. der Soz Gumilar mengajak seluruh pengurus menjadikan ISC sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, purnawirawan, dan birokrat. ISC adalah wadah kajian pemikiran strategis di bawah Ikatan Alumni Lemhannas RI, menjadi mitra intelektual pemerintah sekaligus rumah besar lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi Indonesia. Riset harus menghasilkan perubahan, bukan sekadar menjadi dokumen yang tersimpan di rak perpustakaan. * (Humas ISC)

 

Tags

Terkini