Minggu, 09 Agustus 2026

ISC

Ikal Strategic Center

ISC

Ikal Strategic Center

Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH: LSP IKAL Lemhannas Perkuat Kompetensi Profesional

(Jakarta, ISC): Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di lingkungan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (DPP IKAL Lemhannas), menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan profesionalisme alumni Lemhannas. Hal itu disampaikan Ketua Komite Skema adalah Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH saat memaparkan rencana pengembangan LSP dalam Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) Badan Otonom DPP IKAL Lemhannas yang berlangsung di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSC., MA., PhD., IPU, Sekretaris Jenderal DPP IKAL-Lemhannas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA., CES., dan jajaran teras pimpinan DPP IKAL-Lemhannas serta jajaran pimpinan sembilan badan otonom DPP IKAL Lemhanna) Masa Bakti 2026–2031. Sementara itu Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH yang dalam kesempatan ini mewakili Ketua LSP Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D., memaparkan lebih lanjut bahwa perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat menuntut setiap profesional tidak hanya mengandalkan gelar akademik dan pengalaman kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional.

Karena itu, sertifikasi profesi menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas sumber daya manusia mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan tantangan pembangunan nasional. “Ke depan, profesionalisme tidak cukup dibuktikan dengan ijazah atau pengalaman. Kompetensi harus dapat diukur melalui sistem sertifikasi yang objektif dan diakui negara. Di sinilah pentingnya pembentukan LSP IKAL Lemhannas,” ujar Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto.

Baca juga: LSP IKAL-Lemhannas Matangkan Program Sertifikasi Profesional

Ia menjelaskan, IKAL Lemhannas sebagai organisasi yang menghimpun alumni dari berbagai profesi memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya. Menurutnya, wawasan kebangsaan yang dimiliki para alumni harus diperkuat dengan kompetensi profesional sehingga pengabdian kepada bangsa dan negara dapat dilakukan secara lebih efektif.

 

Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto menegaskan bahwa LSP bukan sekadar penambahan struktur organisasi, melainkan jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan, kebutuhan industri, dan tuntutan profesionalisme di berbagai sektor. Selama ini, kata dia, masih terdapat kesenjangan antara capaian akademik dengan kompetensi yang dipersyaratkan dalam praktik kerja. LSP diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui proses pelatihan, asesmen, dan sertifikasi yang kredibel.

Baca juga: ISC Siapkan 84 Kajian Strategis untuk Kawal Program Prioritas Presiden

Menurutnya, LSP IKAL Lemhannas memiliki karakter yang berbeda dibandingkan lembaga sertifikasi profesi lainnya karena dirancang untuk mengakomodasi latar belakang keahlian alumni yang sangat beragam. Alumni Lemhannas berasal dari unsur sipil, TNI, Polri, birokrasi, akademisi, dunia usaha, hingga berbagai profesi lainnya. Keragaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang memadukan kompetensi teknis dengan nilai kepemimpinan, etika, dan wawasan kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Laksda TNI (Purn) Surya Wiranto juga menyinggung pengalaman berbagai program penguatan ideologi bangsa yang menunjukkan pentingnya keberadaan tenaga profesional yang tersertifikasi. Menurutnya, banyak alumni memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto menjelaskan bahwa melalui mekanisme sertifikasi, setiap peserta akan mengikuti proses asesmen berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada ijazah ataupun pengalaman kerja, tetapi juga pada kemampuan nyata dalam melaksanakan tugas sesuai bidang profesinya.

Ia menambahkan, sistem sertifikasi profesi saat ini telah menjadi bagian dari tata kelola modern di berbagai sektor. Aparatur pemerintah, lembaga penegak hukum, dunia usaha, hingga institusi pendidikan semakin banyak menerapkan sertifikasi sebagai bagian dari pengembangan karier dan peningkatan kualitas layanan. Oleh karena itu, IKAL Lemhannas perlu mengambil peran aktif dalam menyiapkan alumni yang memiliki kompetensi profesional sesuai standar nasional.

Menurut Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, pengembangan LSP akan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga seluruh proses pelatihan, asesmen, dan penerbitan sertifikat mengikuti ketentuan yang berlaku secara nasional. Dengan demikian, sertifikat yang diperoleh para peserta memiliki legitimasi resmi dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang profesi.

“Sertifikasi bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi jaminan bahwa seseorang benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar profesi. Dengan SDM yang kompeten, pelayanan publik akan semakin baik, organisasi menjadi lebih efektif, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi juga akan meningkat,” ujarnya.

Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto juga mengingatkan bahwa sertifikasi harus dipandang sebagai bagian dari budaya lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. Perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan dinamika kebutuhan masyarakat mengharuskan setiap profesional terus memperbarui pengetahuan serta meningkatkan keterampilannya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menutup pemaparannya, Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto menyampaikan optimisme bahwa pembentukan LSP akan memperkuat posisi IKAL Lemhannas sebagai organisasi yang tidak hanya melahirkan pemimpin berwawasan kebangsaan, tetapi juga profesional yang memiliki kompetensi terstandar dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Melalui LSP, kita ingin menghadirkan alumni Lemhannas yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan kompetensi profesional yang diakui negara. Dengan modal tersebut, IKAL Lemhannas dapat memberikan kontribusi yang semakin nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya.* (Humas ISC)

Tags

Terkini