Kamis, 25 Juni 2026

ISC

Ikal Strategic Center

ISC

Ikal Strategic Center

ISC Bentuk LSP untuk Perkuat SDM Berwawasan Kebangsaan

(Jakarta, ISC): Penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian integral dari pengembangan sumber daya manusia Indonesia di tengah meningkatnya persaingan global dan kompleksitas tantangan abad ke-21. Atas dasar ini, IKAL Strategic Center (ISC) membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), di Sekretariat ISC, Jakarta, 12 Juni 2026. LSP ini dimaksudkan sebagai instrumen strategis untuk melahirkan tenaga profesional yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Pembentukan LSP IKAL Strategic Center menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan kompetensi profesional dengan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui pendekatan tersebut, sertifikasi profesi diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan atas kemampuan teknis, tetapi juga sarana membangun integritas, etika, dan tanggung jawab kebangsaan.

Baca juga: ISC Gelar Dialog Pentingnya LSP Perkuat Kredibilitas SDM

Dewan Pengarah LSP IKAL Strategic Center, Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, dalam arahannya menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan saat ini harus dipandang sebagai kompetensi strategis yang melekat pada setiap profesi. Menurutnya, perkembangan teknologi, globalisasi, dan dinamika geopolitik telah mengubah karakter tantangan yang dihadapi bangsa sehingga diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan profesional sekaligus kesadaran nasional yang kuat.

“Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memahami peran strategisnya sebagai bagian dari pembangunan bangsa. Wawasan kebangsaan bukan lagi sekadar materi pendidikan, melainkan fondasi karakter yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menjalankan profesi,” ujar Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, yang juga Ketua ISC.

Senada dengan itu, Dewan Pengarah LSP IKAL Strategic Center Dr. Ir. Donny Yoegiantoro MM., MPA menilai bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak lagi bersifat konvensional. Ancaman seperti perang siber, disinformasi, polarisasi sosial, hingga perang hibrida membutuhkan pendekatan baru dalam membangun ketahanan nasional. Maka, menurut Donny Yoegiantoro MM, kehadiran LSP IKAL Strategic Center menjadi penting karena berperan menjembatani nilai-nilai dasar kebangsaan dengan kebutuhan strategis bangsa di era modern. Melalui berbagai kajian geopolitik, pertahanan, dan ketahanan nasional, ISC  juga berupaya menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan kontemporer.

Baca juga: ISC Intensifkan Program Kajian dan Riset Untuk Perkuat Kepentingan Strategis Nasional

“Kita hidup pada era ketika persaingan tidak hanya terjadi pada sektor ekonomi, tetapi juga pada ruang informasi, teknologi, dan pengaruh. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek kompetensi profesional sekaligus ketahanan ideologis,” kata Donny Yoegiantoro MM.

Ia menambahkan bahwa daya saing bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. “Sertifikasi profesi bukan hanya instrumen pengakuan kompetensi, tetapi juga bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LSP IKAL Strategic Center Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pembentukan LSP merupakan bentuk implementasi nyata dari berbagai kajian strategis. Menurutnya, hasil-hasil pemikiran strategis perlu diterjemahkan ke dalam program yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia.

“LSP IKAL Strategic Center hadir sebagai wadah untuk memastikan bahwa kompetensi profesional Indonesia memiliki standar yang jelas, terukur, dan diakui secara nasional. Namun lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa profesional yang tersertifikasi juga memiliki integritas, etika, dan wawasan kebangsaan yang kuat,” ujar Prof. Adrianus.

Ia menegaskan bahwa selama ini sertifikasi profesi sering dipahami hanya sebagai pengakuan terhadap kemampuan teknis atau hard skills. Padahal, dunia kerja modern juga menuntut penguasaan soft skills seperti kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, tanggung jawab sosial, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Profesional yang unggul bukan hanya mereka yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi juga mereka yang memahami dampak pekerjaannya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Karena itu, wawasan kebangsaan perlu menjadi bagian dari standar profesionalisme di abad ke-21,” jelas Prof. Drs. Adrianus.

Prof. Drs. Adrianus juga mengimbuhkan bahwa melalui skema sertifikasi yang berlisensi resmi di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), LSP IKAL Strategic Center berupaya menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam proses pengembangan kompetensi kerja. Dengan demikian, wawasan kebangsaan tidak berhenti sebagai konsep teoritis, tetapi menjadi bagian dari praktik profesional yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Adapun jajaran pengurus LSP IKAL Strategic Center, adalah Dewan Pengarah yang antara lain terdiri dari Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Dr. Ir. Donny Yoegiantoro MM., MPA, dan Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ito Sumardi. Sedangkan Ketua LSP, Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D. Ketua Komite Skema adalah Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH., dan Adriansyah Tiawarman K., SH., MH., CCD., CMLC., CTIC., C.Med., Cli., ACIArb. Menjabat sebagai Manager Sertifikasi, Dipl. Ing. Lilly S. Wasitova. Assesor Kompetensi, Dr. Drs. Abdur Rahman Sabara, MS.,IS., MH. Manager Mutu, Dr. Dra. Nieta Hidayani, MBA., MM. Dan Manager Admin dan Keuangan, Rachmat Harsono, BSC., MBA.* (Humas ISC)

 

Tags

Terkini