Kamis, 25 Juni 2026

ISC

Ikal Strategic Center

ISC

Ikal Strategic Center

ISC Intensifkan Program Kajian dan Riset Untuk Perkuat Kepentingan Strategis Nasional

(Jakarta):  IKAL Strategic Center (ISC) menggelar diskusi internal dengan menghadirkan para tokoh guna membahas perkembangan ekonomi Indonesia dan dinamika global, termasuk persoalan geopolitik serta geoekonomi, sekaligus pula memperdalam pembahasan program kajian dan riset. Acara ini berlangsung di Sekrterait IKAL Startegic Center (ISC), Jakarta, 6 Februari  2026.

Hadir dalam diskusi ini antara lain Ketua ISC Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Wakil Ketua I Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, MSi. Msc, PhD., Wakil Ketua II Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ito Sumardi, ISC Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH., Ketua Bidang Hukum dan HAM Irjen Sekretaris Irjen Pol. (Purn) Drs. Bekto Suprapto, MSi., Wakil Ketua Bidang Ekonomi Prof. Dr. Ending Fajar, SE., MA., Wakil Ketua Dipl. Ing. Lilly S. Wastova, dan Kepala Humas DPP IKAL Lemahnnas Drs. Djoko Saksono, MBA. Sedangkan secara online Ketua Bidang Politik Hadiah Herawati, SH., L.I.M.

Dalam kesempatan ini Ketua ISC Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri menekankan bahwa ISC mengintensifkan program kajian dan riset strategis, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi kebijakan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Penguatan riset ini dinilai krusial agar Indonesia memiliki basis pengetahuan yang kokoh dan teruji secara akademis dalam merespons perkembangan geopolitik dan geoekonomi dunia.

Baca juga: Menghargai Perbedaan: Kunci Utama Menjaga Keutuhan NKRI

Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, menegaskan bahwa riset harus menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan strategis negara. Menurutnya, ISC hadir untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata pengambilan keputusan nasional. “Kebijakan publik tidak boleh disusun berdasarkan kepentingan jangka pendek. Ia harus bertumpu pada riset berbasis data, analisis mendalam, dan perspektif ilmiah yang komprehensif,” Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri.

 

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Prof. Dr. Ending Fajar, SE., MA menekankan bahwa pemahaman geopolitik dan geoekonomi merupakan kunci untuk membaca arah perkembangan dunia masa kini. Menurutnya, berbagai peristiwa global—seperti konflik kawasan, ketegangan diplomatik, hingga rivalitas kekuatan besar—tidak dapat dipahami secara utuh tanpa kerangka analisis geopolitik dan geoekonomi yang kuat.

Baca juga: Generasi Muda dan Estafet Semangat Nasionalisme di Masa Depan

“Jika kita tidak memahami kerangka tersebut, peristiwa internasional hanya akan tampak sebagai kejadian yang terpisah-pisah dan membingungkan. Padahal, di baliknya terdapat kalkulasi kepentingan negara, aliansi strategis, serta perebutan pengaruh,” jelasnya. Karena itu, ia menilai riset strategis menjadi instrumen penting agar negara mampu membaca pola, arah, dan konsekuensi dari setiap dinamika global.

Sementara itu, Wakil Ketua II Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ito Sumardi mengingatkan, bahwa tanpa riset geoekonomi yang mendalam, negara berkembang seperti Indonesia berisiko salah membaca peluang dan ancaman. “Sehingga bisa terjebak dalam ketergantungan yang melemahkan posisi strategis nasional,” jelasnya.

Dari hasil diskusi itu terpresentasikan bahwa penguatan program kajian dan riset ISC, merupakan kebutuhan strategis bagi kepentingan bangsa dan negara. Diskusi ISC ini juga menjabarkan pentingnya sinergi keahlian lintas disiplin dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang utuh dan berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Dengan riset yang kuat, Indonesia dapat bersikap lebih waspada, adaptif, dan strategis dalam menempatkan diri di tengah perubahan global yang cepat. (Humas ISC)

Tags

Terkini